Said Mustafa: Usulan DPRA Tak Semua Harus Diakomodir

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menyatakan sangat menghargai usulan program yang diusulkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). “Tapikan tak semua harus diakomodir,” kata Said Mustafa, Asisten II Pemerintah Aceh, kepada wartawan di Banda Aceh.

Said mengatakan ini terkait dengan pernyataan Abdullah Saleh, Anggota DPRA yang mengkritisi Pemerintah Aceh menyangkut soal alotnya pembahasan APBA 2012. Said menjelaskan, penerimaan Aceh 2012 memang mengalami peningkatan, sejurus meningkatnya pendapatan dari dana otsus dan migas.

“Itulah sebabnya, dari proyeksi awal Rp7,8 triliun, meningkat mencapai Rp 8,7 triliun lebih. Ini artinya, ada Rp900 miliar penambahan penerimaan Aceh tahun 2012,” katanya.

Said Mustafa, mengakui, sebagian dari dana itu memang disepakati untuk membiayai program dan kegiatan yang merupakan saran dan usul komisi-komisi DPRA.

Dewan, kata Said, bisa menyampaikan secara tertulis kegiatan-kegiatan mana saja yang dirasa belum cocok. “Tulis donk, jangan bicara aja. Sampaikan ke kami, misal, ini ada beberapa kegiatan yang kami (dewan) belum sepakat,” katanya. Dengan adanya listing kegiatan yang belum disepakati dewan itu, kata Said, menjadi barometer eksekutif untuk membahasnya lagi.

“Jadi jangan melihatnya secara simpel, minta langsung disamakan dengan KUA-PPAS. Proses pembahasan APBA inikan semangatkan mencari kesepakatan bersama antara tim teknis (eksekutif) dan legislatig (politis), maka itu ada proses-proses lobi di sana,” kata Said.

Said juga berharap proses lobi yang sedang berjalan, cepat mendapat titik temu. “Ini untuk kepentingan lebih besar, makanya perlu dipercepat apalagi Kemenkeu sudah memberikan batas waktu hingga 31 Januari harus selesai,” katanya.

Begitupun, kata Said, bila memang akhirnya tak dicapai kesepakatan bersama, maka akan diambil opsi-opsi lain. “Opsi terakhir misal dengan membentuk pergub. Tapi langkah ini diambil ketika prosesnya mengalami jalan buntu,” katanya.

 

Sumber: www.atjehpost.com