Pekerja dari Jawa Mulai Tinggalkan Aceh

BIREUEN  – Para pekerjan galian kabel serat optik yang berlindung di Polres Bireuen paska teror penembakan, akhirnya memilih pulang ke kampung halamannya di Jember dan Banyuwangi. Sebanyak 55 pekerja itu satu bus carteran. Saat perjalanan kemarin, polisi mengawalnya hingga ke Tamiang.

Kasat Reskrim Polres Bireuen, Inspektur Satu Benny Cahyadi mengatakan pekerja itu diberangkatkan ke kampung halaman setelah dirasa cukup dimintai keterangannya sebagai saksi kasus penembakan itu. “Pekerja dipulangkan dengan transportasi jalan darat hingga ke Jawa Timur,” katanya.

Sedangkan dua korban luka tembak, Hasan dan Abdul Wakit, yang masih menjalani perawatan intensif di RSUZA Banda Aceh akan dipulangkan setelah kondisinya membaik.

Selama ini, para pekerja rekanan galian kabel serat optik PT Telkomsel yang menempati rumah di Gampong Blang Cot Tunong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, tumbang bersimbah darah diberondong orang tak dikenal, Sabtu (31/12) pukul 20.30 WIB. Tiga pekerja tewas dan tujuh lainnya mengalami luka tembak.

Hingga hari ini, polisi masih menelusuri kasus ini. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangannya.Menurut penyidik, salah seorang saksi sempat melihat wajah pelaku penembakan itu. Kini polisi mulai membuat sketsa wajah pelaku. “Untuk membantu pengungkapan kasus penembakan itu,” kata Benny.

Benny menjelaskan, sketsa wajah pelaku pemberondongan pekerja itu direka berdasarkan keterangan pekerja yang menjadi saksi mata peristiwa itu. “Ada dari pekerja yang sempat melihat sepintas wajah pelaku,” ujar Benny.

Sejauh ini polisi melakukan pengembangan dari ciri-ciri pelaku yang sempat diingat oleh saksi mata. Saat melakukan pemberondongan, pelaku disebutkan berkumis tipis. Namun saksi tidak dengan jelas melihat wajah pelaku karena memakai helm.

Terkait tiga warga Bireuen pedagang keripik di depan rumah tempat kejadian yang dijadikan mess pekerja itu, Benny mengatakan tiga warga Kecamatan Jeumpa itu (namanya dirahasiakan) juga terkesan enggan memberikan keterangan. “Mereka takut bicara,” ujar Benny.

 

Sumber: www.atjehpost.com