Kadin Aceh Utara: Teror Berdampak Terhadap Investasi di Aceh

LHOKSEUMAWE- Ketua Kamar Dagang dan Industri Aceh Utara Teuku Moni Alwi khawatir teror senjata api ilegal berdampak buruk terhadap kegiatan investasi di Aceh. Dia berharap semua pihak membantu kepolisian agar pelaku teror segera tertangkap dan situasi keamanan kembali membaik.

Dihubungi lewat telpon seluler, Minggu (8/1/2012) petang, Teuku Moni Alwi, menegaskan, jaminan keamanan menjadi pertimbangan utama investor dalam memilih daerah tujuan investasi. “Listrik, air dan infrastruktur lain bisa diperbaiki belakangan, tapi keamanan prioritas nomor satu. Dia memilih daerah yang aman untuk mengembangkan usahanya, karena pada diri investor hanya satu: mencari keuntungan,” katanya.

Itu sebabnya, Moni Alwi khawatir insiden penembakan akhir-akhir ini akan berdampak besar terhadap investasi. Apalagi, kata dia, kekerasan menggunakan senjata api ilegal juga terjadi di area kegiatan usaha. “Seperti di perkebunan PT Satya Agung yang juga bagian dari investasi, dan di lokasi (basecamp) rekanan dari Zaratex NV, perusahaan minyak asal Belanda yang sedang survei mencari sumber minyak dan gas di Aceh Utara,” kata Moni Alwi.

Moni Alwi mengakui aksi kriminal bersenjata tidak hanya ada di Aceh. Tapi, kata dia, situasi di Aceh berbeda dengan daerah lain. “Aceh pernah jadi daerah perang, konflik berkepanjangan. Memang di daerah lain juga ada konflik, tapi situasinya berbeda. Sekarang situasi Aceh menjelang Pilkada,” katanya.

Kendati demikian, dia optimis pihak berwenang terkait situasi keamanan akan mampu mengungkapkan dan menangkap para pelaku teror di Aceh dalam waktu dekat. “Maka kita semua harus mendukung tugas berat pihak berkompeten agar pelaku secepatnya tertangkap. Siapapun yang mengacaukan situasi di Aceh harus kita jadikan musuh bersama, sehingga damai tetap abadi,” kata Moni Alwi.

 

Sumber: www.atjehpost.com