Banda Aceh-Calang Tembus 2,5 Jam

BANDA ACEH – Duta Besar Amerika Serikat (AS), Scot Marciel, bersama Menteri Pekerjaan Umum RI Joko Kirmanto, Kamis (29/9) hari ini, dijadwalkan meresmikan ruas jalan baru Banda Aceh-Calang. Jalan sepanjang 150 kilometer yang dibangun USAID dengan dana lebih dari Rp 1 triliun, kini bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam.

“Peresmian ruas jalan baru pengganti jalan lama yang hancur akibat diterjang bencana tsunami pada 26 Desember 2004 lalu, akan dipusatkan di Jembatan Lambeuso, di Lamno, Aceh Jaya,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas Setda Aceh Makmur Ibrahim, yang didampingi Kabag Humas Setda Aceh Usamah El Madny, di Banda Aceh, Rabu (28/9).

Dijelaskan, selain Dubes AS, Scot Marciel, bersama Menteri PU Joko Kirmanto, prosesi peresmian ruas jalan yang dibangun United States Agency for International Development (USAID) itu akan dihadiri pula Gubernur Aceh Irwandi Yusuf atau diwakili oleh Sekda Aceh T Setia Budi.

Sementara itu, Sekda Aceh T Setia Budi, yang dimintai penjelasannya usai menghadiri Sidang Paripurna Khusus DPRA dengan agenda acara penyampaian laporan dan rekomendasi Pansus IV terhadap kinerja KIP Aceh di Gedung DPRA mengatakan, informasi yang kami dengar, Dubes AS bersama Menteri PU pada hari ini akan meresmikan pembangunan jalan Calang-Banda Aceh yang telah selesai dikerjakan pada akhir Juni lalu oleh Sangyong, PT Hutama Karya dan PT Wijaya Karya.

Atas penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan pada rute Calang-Banda Aceh, Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah AS dan USAID yang telah membangun kembali ruas jalan Calang-Banda Aceh sepanjang 150 Km yang hacur dan putus akibat bencana tsunami 26 Desember 2004 lalu.

Jalur transportasi darat dari Banda Aceh-Calang-Meulaboh, kata Setia Budi, sebelum USAID membangun kembali jembatan dan ruas jalan yang putus, arus transportasi barang dan penumpang ke Calang dan Meulaboh sangat terganggu dan terhambat. Masyarakat Banda Aceh yang mau pergi ke Meulaboh atau sebaliknya harus naik rakit tiga kali, yakni di Lamno, Kula Unga I dan Kuala Unga II.

Tapi, setelah tiga jembatan itu selesai dibangun kembali, dan jalan yang putus dibuat yang baru dengan standar internasional yaitu lebar 30 meter, pada awal Juli lalu, jalur pantai barat sudah bebas rakit.(her)

 

Sumber: www.serambinews.com