Joint Operation

Kerja Sama Operasi (KSO) dilaksanakan sebagai upaya untuk mengatasi kesulitan baik teknis maupun non teknis yang akan dihadapi oleh mitra utama (kontraktor utama) terhadap masalah yang timbul di lapangan yang pada umumnya diketahui oleh mitra lokal (kontraktor pendamping). Kesulitan teknis yang dihadapi oleh mitra utama di lapangan antara lain adalah ketersediaan alat berat di lokasi pelaksanaan pekerjaan, di mana alat yang sudah ada di lokasi akan mengurangi biaya yang timbul dalam memobilisasi alat tersebut. Kesulitan non teknis antara lain faktor keamanan dan faktor sosial yang lebih dikuasai oleh mitra lokal termasuk dalam hal ini bahasa daerah. Dibutuhkan tenaga teknis yang mengerti dan paham bahasa daerah setempat dan ini diperoleh dari mitra lokal sehingga KSO menjadi sangat dibutuhkan baik dari segi biaya, waktu dan sumber daya.

Sebaliknya bagi mitra lokal KSO sangat berguna untuk mendapatkan paket pekerjaan sementara pengalaman yang ada tidak mencukupi sehingga diperlukan mitra utama yang memiliki pengalaman dan kemampuan yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. KSO juga berguna untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman dan menjadi sumber pembelajaran mitra lokal kepada mitra utama yang dalam ini biasa berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi seperti Adhi Karya, Wijaya Karya, Waskita Karya dan lain sebagainya.

Dalam Undang-undang Jasa Konstruksi dijelaskan mengenai Kerja Sama Operasi sebagai berikut:

Berdasarkan penjelasan di atas, PT. Pelita Nusa Perkasa memiliki prinsip terbuka kepada siapa saja yang berminat untuk melakukan kerjasama operasi sejauh menguntungkan kedua belah pihak dan memiliki tujuan yang sama yaitu memperoleh pekerjaan dan tidak merugikan salah satu pihak. PT. Pelita Nusa Perkasa juga menawarkan diri dan mengajak melakukan kerja sama operasi kepada perusahaan-perusahaan lain yang memiliki misi dan visi yang sama untuk mendapatkan dan melaksanakan pekerjaan konstruksi dan usaha lainnya sejauh itu memiliki keuntungan bagi kedua belah pihak, memiliki hubungan timbal balik serta atas dasar kesetaraan dan kesamaan hak masing-masing pihak. Kerjasama ini tidak terbatas hanya kepada PT. Pelita Nusa Perkasa saja tetapi juga kepada perusahaan yang menjadi grup dari PT. Pelita Nusa Perkasa seperti PT. Baramulia Energi ataupun PT. Indo Alam Peunaron.

PT. Pelita Nusa Perkasa juga membuka peluang kepada perusahaan asing untuk melakukan kerjasama operasi dalam menggarap pekerjaan-pekerjaan khususnya pekerjaan yang selama ini menjadi kekuatan utama PT. Pelita Nusa Perkasa. Pekerjaan-pekerjaan ini tidak hanya terbatas kepada pekerjaan konstruksi tetapi juga termasuk kepada unit usaha perusahaan yang lain seperti kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi, ekspor impor dan pengadaan.

Sejauh ini PT. Pelita Nusa Perkasa telah melakukan kerjasama operasi dengan PT. Adhi Karya, PT. Wijaya Karya dan PT. Waskita Karya dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan konstruksi gedung dan konstruksi sipil. Sejauh ini kerjasama yang dilakukan telah menguntungkan kedua-belah pihak dan masing-masing memperoleh keuntungan sebagaimana yang harapkan pada saat melakukan kerjasama operasi.

Ke depan seiring dengan berkembangnya perusahaan dan kemajuan disektor komunikasi diharapkan kerjasama operasi dengan perusahaan-perusahaan lain terutama perusahaan dari luar negeri dapat terwujud yang pada gilirannya akan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan PT. Pelita Nusa Perkasa di masa yang akan datang.