Export Import

Kegiatan ekpor impor yang dilakukan oleh PT. Pelita Nusa Perkasa bermula dari besarnya kebutuhan semen pada saat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias sementara PT. Semen Andalas Indonesia belum bisa berproduksi akibat Pabrik yang berlokasi di Kecamatan Lhok Nga dan Leupung mengalami kerusakan yang cukup parah akibat gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan semen yang besar pada saat rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias tersebut, PT. Pelita Nusa Perkasa menjawab tantangan dengan melakukan kegiatan impor semen dari Malaysia.

Saat ini PT. Pelita Nusa Perkasa bekerja sama dengan PT. Aceh Nusa Indrapuri juga telah melakukan ekspor kayu olahan ke luar negeri terutama ke Thailand. Kayu yang diekspor merupakan kayu dari pohon akasia yang dihasilkan dari penanaman pohon tersebut di daerah Indrapuri yang dilakukan oleh PT. Aceh Nusa Indrapuri. Kayu yang diekspor merupakan kayu yang telah diolah dengan kualitas terbaik dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditetapkan oleh pembeli dari luar negeri sehingga menjadikan kayu tersebut layak untuk diekspor.

Kegiatan tersebut terus berkembang termasuk dengan melakukan kegiatan impor Aspal dari Thailand untuk memenuhi kebutuhan akan material tersebut yang juga cukup besar. Ke depan PT. Pelita Nusa Perkasa juga sedang menjajagi kemungkinan melakukan impor barang kebutuhan pokok seiring telah dibukanya pelabuhan Sabang sebagai pelabuhan bebas. Dengan terbukanya Sabang sebagai pelabuhan bebas menjadikan Sabang sebagai pintu masuk dan keluar barang-barang atau material yang akan diekspor ataupun diimpor.

Harapan dan peluang yang ada akan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh PT. Pelita Nusa Perkasa termasuk kemungkinan melakukan kerjasama di bidang ekspor impor dengan perusahaan yang berminat baik dari dalam dan luar negeri mengingat kebutuhan yang besar dan telah tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan ini.